Puisi-puisi Riessa

Puisi-Puisi Riessa
Ist

Puisi-Puisi Riessa
Reissa

Cermin Seorang Peragawati

Aku bercermin
Ada bayang diri
Tersenyum
Walau nurani menangis

Wajah ber-make up
Gincu merona di bibir
Busana merekah bak merak

Di atas panggung
Tubuh berlenggak-lenggok
Tangan di pinggang
Sorot mata anggun
Tebar pesona

Khalayak berdecak
Terpukau
Kuntum-kuntum bunga menghujam
Kilatan lampu blitz menyambar
Akulah sang idola!

Sayang hati menjerit
Ini bukan mauku!
Ini bukan mimpiku!
Takdir t’lah menentukan

Di hadapan cermin
Aku terisak pilu
Laung kalbu terpendam
Dalam diam hati meradang
Hanya bisa bungkam

Surabaya, 21 Oktober 2022
—-️️️—-
***

ANAK DOMBA PASKAH

Ada darah tercurah
Ada tubuh tercabik

Tergantung antara langit dan bumi
Mereguk cawan pahit
Siksa, fitnah, caci bahkan wafat di salib

Mahkota duri hias kepala
Selembar jubah diundi

Belenggu kami Kau pikul
Tinggalkan megah Surga
Turun ke dasar liang terhina
Demi insan berkubang dosa

Ada darah suci tercurah
Ada tubuh tercabik cemeti duri
Tergantung di Kalvari
Tanpa pinta bayaran

Tak mengelak
Hanya berkata  “ya Bapa ampuni mereka sebab, mereka tak tahu apa yang mereka perbuat”_

Baca Juga :  Kesuksesan Pencak Silat Bone di FORDA 2024, APPSBI Raih 3 Emas, Pra Kejurnas di Depan Mata

Surabaya, 2 Januari 2023
——

***

SOROT MATA PATUNG RORO JONGGRANG

Pada purnama
Sepasang mata menyibak gelap tirai malam
Menerobos bebatuan
Pancarkan kepedihan

Ia memandang seksama
Seakan berkata
: Bebaskan aku dari sihir jahanam

Surabaya,14 Desember 2022

***

SEPIRING GUDEG YOGYA

Ayunan kaki bawaku ke malioboro
Setiap jejaknya terasa penuh kenangan
Pada bahu jalan, riuh pedagang

Langkah terhenti
Perut bernyanyi keroncong
Melihat warung lesehan
Sepiring gudeg terhidang, berteman segelas teh

Lembut masak tewel selembut belaian ibu
Lezatnya telur, ayam opor
Bercampur pedas sambal goreng krecek.
Senikmat memahami petuah, serta teguran
Akibat kenakalanku semasa kecil
Secentong nasi putih,
Menghangatkan hati yang merindu peluk mesramu

Ibu, kasihmu penuh,
Sepenuh piring gudeg yang kerap mengisi perut
Manis, gurih dan pedas
Ciptakan rasa yang selalu menggoda

Surabaya, 14 Desember 2022
——–
***

DI PANTAI PARANGTRITIS

Lembayung senja tersirat di angkasa
Kupacu langkah kuda
Berlomba dengan gulungan ombak di lautan

Sejenak derap ku tertahan
Sosok berkebaya hijau
Melintas di hadapan
Mahkota bertahtakan mutiara
Dikenakan

Baca Juga :  Ketua DPRD Melarang Sungai Curah Diuruk untuk Kaplingan Perumahan 

Degup jantung mengencang
Hatiku mulai bergetar
Harum melati dan kembang kantil terhirup indera
Bulu kuduk berdiri
Apa yang tengah terjadi?

Malam mulai menjelang
Sang Ratu menghilang
Berlalu di tengah gelombang

Di Parangtritis aku terpaku
Ratu pantai selatan tampakan diri
Entah apa yang Ia mau
Dari seorang joki kuda

Surabaya, 9 Desember 2022
—-***—-

Riessa Muljanto.
Lahir di Cirebon, 30 Maret 1980.
Tergabung di Kelas Puisi Alit dan pernah belajar di Ruang Kata yang diasuh oleh Muhammad Iskandar.
& juga tergabung di group Genitri di bawah pengasuhan ibu Iis Singgih

Karya-karyanya dimuat media Harvest fans club, Zona Nusantara, Suara Krajan, Dermaga Sastra  Kulon Progo Ayu sastra dan Potret Online
Juga beberapa antologi. Diantaranya antologi FSIGB, antologi Parepare Kota Cinta dan antologi Kisah Inspiratif

IG: @Riessa Muljanto
WA: 081214992633

 

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts