Marak Dugaan Pungli di UPP Molawe Kendari

Marak Dugaan Pungli Di Upp Molawe Kendari
Ist
Marak Dugaan Pungli Di Upp Molawe Kendari
Ist

JAKARTA, Belakangan ini, Kantor Syahbandar Molawe, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) diterpa aroma dugaan pungutan liar (pungli). Data yang bocor ke media menyebutkan tindakan pungutan tak resmi di luar ketentuan ini melibatkan onkum staf di kantor tersebut.

Dugaan tersebut memantik perhatian Gerakan Mahasiswa Peduli Tambang di Sultra merencanakan akan membuat laporan resmi ke Mabes Polri untuk melakukan investasi guna mengungkap kebenaran dugaan pungli di wilayah itu.

Sebuah sumber terpercaya mengatakan pihaknya memiliki bukti adanya permintaan uang dari oknum di Kantor Syahbandar berinisial USM dari seorang mitra bernama
Efril dari PT Tripel A, pada 5 Agustus 2021 sebesar Rp 282.500 juta yang diterima lansung oleh USM di kantor Syahbandar Molawe.

Baca Juga :  Residivis Diamankan Polisi Bersama Barang Bukti Lebih dari Sembilan Kilogram

Perusahaan yang diminta dananya merupakan perusahaan pelayaran di Morosi

“Itu perusahaan pelayaran di Morosi,” ujar sumber yang tak mau ditulis namanya, Kamis (19/8).

Kendati demikian sumber terpercaya ini siap memberikan bukti otentik jika nama – nama yang diduga terlibat dalam melakukan pungli membantah.

“Kami ada bukti selain yang juga WA dari oknum berinisial USM,” tandasnya.

Ia bakhan menjelaskan bahwa US tidak sendirian. Dalam aksinya US ditemani oknum lainnya berinisial SY

“Parnert terbaik sdr US ini adalah SY. SYAMSIR yang menekan Usman yang eksekutor,” bebernya.

Ditambahkan, US juga sering menghubungi seseorang untuk minta perlindungan namun orang yang diminta bantuan membackingi US dalam melakukan pungli namun menolak lantaran takut.

Baca Juga :  Kepala Sekolah SPI Kota Batu Kaget atas Berita Tudingan Kekerasan dan Pelecehan Seksual

Dihubungi terpisah Usman membantah. Usman mengaku tidak tahu soal dugaan pungli itu.

“Mohon maaf pak saya tidak tahu soal itu,” aku Usman melalui pesan WhatsApp.

Namun ketika diminta tanggapannya soal penerimaan uang dari Efril, PT Tripel A, Usman tidak merespon. Hingga berita ini ditulis pesan WA yang dikirim, centang dua namun tidak dibaca. Kemungkinan langsung dihapus karena handphone Usman dalam posisi on.

Data yang diperoleh managemen pelayanan administrasi pelayaran sangat mengecewakan mitra – mitra di wilayah itu.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts